Tampilkan postingan dengan label Saya Tahu Kamu (pun) Tahu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya Tahu Kamu (pun) Tahu. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

Norodom Sihanouk (31.10.1922 - 15.10.2012)

Norodom Sihanouk, King of Cambodia sejak  tahun 1941 sampai dengan tahun 1955 and berlanjut pada tahun 1993 sampai dengan tahun 2004, meninggal hari ini di Beijing Hospital, China, di usia 89 tahun. Hanya beberapa hari menjelang ulang tahunnya yang ke 90 yang jatuh pada tanggal 31 Oktober ini. 

Menurut info dari internet, kabarnya beliau meninggal akibat serangan jantung. Ada kabar juga, katanya penyakitnya itu komplikasi, diabetes, kanker usus besar (kolon), hipertensi, dll. Hmm.. diliat2 potonya, kok aku ngerasa wajah beliau mirip dengan wajah The Smiling Generalnya kita yak, Pak Harto.

Selamat jalan King-Father of Cambodia. May u rest in peace! Amin.. 

Source: Wikipedia

Minggu, 22 Agustus 2010

Rambut Berubah Menjadi KRIBOOO!!

(Sumber: MK/NYTS/C.Claiborne Ray, Majalah Media Kawasan, Juni 2010)

Putera saya, yang berambut lurus pada saat lahir, mempunyai rambut yang sangat keriting ketika ia memasuki usia remaja. Mengapa bisa begitu????

Kereeennn!! Banyak orang yang ingin memiliki rambut keriting. Sebenarnya, lurus atau keritingnya rambut telah lama dikaitkan dengan folikel rambut, dan ada bukti anekdotal bahwa perubahan hormon pada tahap-tahap perkembangan, seperti pubertas, kehamilan dan menopause dapat mempengaruhi mereka.

Ketika seseorang sedang menjalani kemoterapi, untuk membunuh sel-sel kanker, program terapi tersebut juga dapat mempengaruhi sel-sel yang bertumbuh dengan cepat, seperti sel-sel pada folikel rambut, sehingga rambut mengalami perubahan tekstur dan menjadi keriting ketika mereka tumbuh kembali. Selain itu, penyakit genetik dan metabolik juga dapat mempengaruhi tekstur rambut.

Tidak banyak peneliti yang mendalami dan mencari tahu penyebab perubahan tekstur rambut ini, tapi bukan berarti tidak ada. Sebuah kajian pada rambut lurus dan keriting pada tahun 2007, yang dilakukan oleh bagian riset dari konglomerat kosmetik L'Oreal, yang makalahnya kemudian diterbitkan di The International Journal of Dermatology, menemukan perbedaan struktur dalam penyebaran protein yang disebut keratin di dalam batang rambut, membuat mereka berpengaruh pada bentuk folikel rambut, pada bagian umbi sebelum batang rambut muncul.

Pada rambut keriting, kata kajian tersebut di atas, lebih banyak keratin yang menumpuk pada sisi cekung dari lengkungan, sementara pada rambut lurus, sel-sel keratin tersebar merata. Jadi, tampaknya substansi rambut mempertahankan memori umbi yang berbentuk kait atau lurus.

Para periset L'Oreal juga membiakkan umbi rambut di tabung percobaan, untuk mengamati pertumbuhan rambut, dan mereka berteori bahwa suatu saat kelak, terapi hormon dapat dilakukan untuk mengubah tekstur rambut. Saat itu tiba, akan ada banyak orang keren, yang berambut lurus menjadi kribo dan yang keriting menjadi berambut lurus, cukup dengan menelan tablet hormon.

Catatan Saya:
Waah... seandainya para periset tersebut berhasil menemukan terapi/tablet hormon untuk ngerubah2 jenis rambut... alamaak tren rebonding, smoothing, keriting-an yang sama2 bikin kepala "ngebul" alias beruap2 karena alat2 yang panaas'e kayak setrikaan, bakal almarhum niy :p (-idp-)

Sabtu, 21 Agustus 2010

Penghitung Jumlah Telur~

Perempuan lahir dengan rata-rata satu atau dua juta telur di dalam indung telurnya, yang setiap bulan dilepaskan sampai saat menopause. Saat berusia 20 tahun, seorang perempuan umumnya memiliki 200.000 telur. Jumlah itu menjadi separuhnya ketika ia memasuki usia 30-an dan terus menurun sampai 2.000 telur pada usia 40.

Mulai Maret 2010, hanya dengan 65 Au$ atau sekitar 540 ribu Rupiah, perempuan di Australia akan bisa mengetahui berapa banyak telur yang mereka miliki di dalam indung telurnya, dengan sebuah tes hormon sederhana yang menurut para periset Australia akan merevolusi cara pasangan merencanakan kehamilan dan perawatan kesuburan.

Tes ini memungkinkan mereka mengetahui risiko apakah ia termasuk akan sulit mempunyai anak, dan memungkinkan mereka untuk merencanakan seberapa aktif seharusnya mereka dalam menjalani perawatan kesuburan, bahkan dapat mengukur risiko menopause prematur.

Tes darah dengan sebutan "egg timer" ini akan dengan akurat meramalkan kadar ovum berdasarkan konsentrasi suatu hormon kesuburan tertentu, kata Peter Illingworth, seorang spesialis kehamilan dan direktur medis dari klinik In Vitro di Australia.
(Sumber: Majalah Media Kawasan, Mei 2010)

Jumat, 20 Agustus 2010

Dokter & Pasien~


Pada masa China kuno, dokter dibayar bila pasien mereka sembuh. Jika pasien tetap sakit, dokter harus membayar pasien.

Demikian pula pada abad kelima di Perancis dan Spanyol, penguasa Visigoth mengharuskan dokter untuk memberikan deposit kepada keluarga masing-masing pasien. Jika pasien meninggal, dokter kehilangan deposit dan tidak bisa menarik tagihan.
(Sumber: Majalah Media Kawasan, Agustus 2010)

Note: Kalau di Indonesia diterapkan sistem seperti itu juga, tingkat malpraktek dan oknum2 dokter "komersiil" mungkin bakal berkurang yak.. ;)